Mengenal Web Hosting
Jika seseorang membuat sebuah website, jika websitenya tersebut ingin bisa dilihat oleh umum, maka seseorang itu harus mnyimpan semua data baik berupa file atau databasenya di server yang terhubung ke internet dan memiliki public ip address atau dikenal dengan server host.
Akan tetapi memiliki server yang terhubung ke internte bukanlah hal yang murah, dan terkadang kebutuhan akan resource dari website yang kita buat pun tidak besar. Apalagi, menginstall sebuah server membutuhkan kemampuan technical yang cukup.
Nah, melihat kenyataan itu, maka ada seseorang yang menangkap peluang tersebut. Dia memiliki sebuah server yang terhubung ke internet, daripada sayang dipakai sendiri, maka sebagian sumber daya servernya dia tawarkan kepada yang lain, ya dalam bentuk sewa tentunya.
Ibaratnya begini, seseorang punya rumah yang luas, sebagian kamar – kamarnya dia sewakan sebagai kost – kostan.
Begitu juga dengan hal tersebut, maka ada yang mengatakan web hosting itu dengan nama shared web hosting.
Jadi artinya begini, jika seseorang menyewa sebagian sumber daya dari suatu server yang terhubung ke internet yang digunakan khusus agar websitenya bisa diakses public, maka apa yang disewanyanya itu dinamakan web hosting atau shared web hosting atau virtual hosting.
Ibarat suatu barang, kita bisa menggunakannya kalau sudah mengenalnya kan? Contohnya kamar kost – kostan, dimana selain kamar yang disewakan, ada yang namanya lemari, kasur, meja, kamar mandi, dsb.
Begitu juga dengan web hosting, saat kita akan menyewa sebuah web hosting, kita harus tahu dulu apa yang ada di dalam web hosting itu.
Jadi sebenarnya, terdiri apa sih web hosting itu.
* Disk Space – Atau diterjemahkan bebas menjadi kapasitas harddisk, ini adalah banyaknya data yang kita simpan dalam bentuk fisik harddisk, ibaratnya kamar, ini adalah luas kamar yang akan kita dapatkan saat kita menyewa. Di dalam Disk Space inilah kita menyimpan file (file html, file php, file gambar, dan file lainnya) dan atau informasi database.
Struktur file dari Disk Space kita, biasanya sudah diatur oleh pemilik server hosting, umumnya semua file – file website kita harus disimpan di folder public_html, tapi tidak harus itu. Kita harus menanyakan kepada customer service dari perusahaan hosting dimana kita menyimpan file – file kita.
* Monthly Data Transfer – Atau jumlah bandwidth yang kita gunakan saat kita mentransfer data kita dari Disk Space ke pada khalayak umum. Saya tidak tahu ibarat ini dengan kost – kostan
tapi intinya begini. Ketika ada orang yang mengakses website kita, maka sejumlah data (informasi) akan dikirim ke browser (IE/Firefox) mereka. Nah, jumlah data yang ditransfer itu akan dihitung. Misal, jika ada yang mengakses halaman depan website dan jumlah yang ditransfer termasuk image adalah 70 kb, maka jika ada 10 orang yang mengakses, jumlahnya jadi 700kb.
Hitungan ini biasanya diukur per-bulan, jika kita ditawarin 2 GB Bandwidth saat menyewa sebuah web hosting, artinya maksimal data yang bisa kita transfer dalam satu bulan adalah 2 GB, jika lebih biasanya website kita tidak bisa diakses lagi. Jadi makin besar misal 30 GB, yaa makin banyak yang bisa dikirim. Sebagai Contoh, website (blog) ini, yang anda baca disimpan pada web hosting yang jumlah transfer data per-bulannya 30 GB.
* Domains – Nah kalau ini terminologi yang paling sering kita dengar atau gunakan, domain itu berarti alamat dari website kita. Ibarat kost – kostan maka ini adalah alamat dari kamar kost kita. Hebatnya dalam server hosting, sebuah kode alamat (ip address) bisa memiliki nama alamat (domain) yang banyak. Walaupun server hosting itu hanya punya satu public IP Address, tapi dia bisa ditanamkan banyak domain. Contoh domain adalah wimos.info.
* Sub Domains – Ini ibaratnya, alamat yang mengacu pada alamat utama kita. Contoh wimos.info punya sub domain www maka jika orang mengakses www.wimos.info sebenarnya dia mengakses alamat ke “info” -> “wimos” -> “www”. Biasanya, sebuah perusahaan web hosting itu secara default menambahkan sub domain “www” ini kedalam domain kita, karena sub domain “www” sudah terlanjur dianggap bagian dari domain.
Padahal banyak sub domain lain. Contohnya mail.yahoo.com maka “mail” ini sub domain dari yahoo.com. ftp.linux.com misal. Biasanya selain “www”, sub domain itu mengarah satu folder tertentu, tujuannya agar mudah diingat atau lebih keren. Banyak penyewaan web hosting gratis menggunakan sub domain sebagai account website kita, contohnya widearticle.blogspot.com, artinya blogspot.com memberikan subdomain kepada account umum dengan nama widearticle
Jika ada alamat website wimos.info/css maka lebih enak jika mengubahnya jadi css.wimos.info, setiap ada yang mengakses ke css.wimos.info akan diarahkan ke wimos.info/css. Walaupun tidak selalu harus begitu.
* Database – Kalau ini, yang biasanya membuat website dinamis pake php, jsp, asp atau lainnya pasti tahu yang namanya database, salah satu contohnya MySQL. Biasanya server hosting sekarang pasti selalu memiliki database dan kebanyakan databasenya MySql. Disini kita menyimpan data – data penting.
* Web Mail – Kadang sebuah perusahaan hosting selalu menawarkan adanya web mail pada web hosting kita. Tapi ini diluar pembahasan jadi tidak akan dijelaskan lebih detil.
* Control Panel – Ini yang paling utama, dari sini kita mengkonfigurasi seperti membuat mengupload file, membuat database dan menyimpan datanya, membuat folder, menambah domain atau sub domain, membuat account bagi web mail, dsb.
Saran saya, bukan diskriminatif, jika mau menyewa web hosting, gunakan perusahaan hosting yang menggunakan cpanel sebagai control panelnya. Saya pernah meyewa web hosting yang bukan cpanel, perasaan malah jadi ribet. Maka kalau bisa tanyakan dulu control panelnya kalau mau menyewa, cpanel bukan.
Sebagai kata terakhir, yang harus diperhatikan saat menyewa web hosting selain control panelnya tentu saja
adalah berapa jumlah bandwidth yang kita dapat. Karena sering kita menyewa sebuah web hosting padahal murah padahal cuman dikasih 250 MB per bulan, dijamin menyesal, kalau web hosting anda banyak pengunjung, gak nyampai satu bulan gak akan bisa diakses. Selain itu kapasitas harddisk kita penting juga, disini kita harus menimbang. Kadang lebih baik kita menyewa web hosting yang memberikan bandwidth besar tapi kapasitas harddisk cukup, daripada kapasitas harddisk misal 1 GB tapi bandwidth pun cuman 1 GB, percuma. Tapi juga jangan kekecilan, misalnya cuman 50 MB. Normalnya kita butuh sekitar 100 MB, jadi kita tidak akan pernah khawatir ketika nambah data terus ke database akan kepenuhan. Untuk urusan bandwidth, 2 GB menurut saya sudah cukup, untuk website yang populer sekalipun.
Penutup, yang paling harus diingat adalah reputasi perusahaan hostingnya, bagaimana costumer service mereka. Kadang saya lebih baik menghabiskan waktu buat komunikasi dulu dengan costumer service mereka lewat email ataupun chatting langsung sebelum menyewa. Saya tanya – tanya dulu, kita gak mau kan, dapat fasilitas wah, eh tahunya, gak sampai setahun perusahaannya menghilang plus data website kita.
Selamat membuat website dan ber hosting ria.
Popularity: 7% [?]
Tags: Hosting, Web Hosting Home




