Shevchenko kini seperti makan buah Simalakama
Setelah baca berita soal Borriello yang dapat banyak pujian dari para petinggi AC Milan. Bahkan katanya kini dia menjadi pilihan utama Ancelloti di lini depan, saya melihat Shevchenko kini dihadapkan pada peribahasa yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia yang menunjukkan pilihan yang sulit.
Ya, Shevchenko kini seperti makan buah simalakama, di makan Chelsea mati gak dimakan Milan mati. Hehehe, saya lebih senang menggunakan kata Chelsea dan Milan daripada kata bapak dan ibu. Bagaimana tidak simalakama, Shevchenko dihadapkan pada situasi dia harus jadi penghuni bangku cadangan lagi. Padahal semua orang tahu, tujuan Shevchenko datang ke Milan agar menjadi pemain reguler lagi. Tujuan datang ke Milan ingin membuktikan bahwa ia masih pemain kelas dunia. Yaa paling tidak saat dia kembali ke Chelsea nanti, Chelsea dengan senang hati menyambutnya karena dia telah kembali ke performa terbaiknya.
Tapi, kalau begini kenyataannya, bahwa akhirnya dia menjadi penghuni bangku cadangan lagi, maka ia kini dihadapkan pada pilihan sulit, pertama, menikmati lagi bangku cadangan berarti sungguh sia – sia bagi Chelsea meminjamkannya ke Milan yang semakin mempertegas kerugian nyata membeli Shevchenko, atau kedua, protes kepada pelatih Milan Ancelloti, tapi ini akan membuat suasana Milan yang sedang mengobati dirinya dari keterpurukan musim kemarin yang malah membuatnya semakin dibenci pendukung Milan.
Jadi pilihan paling mudah bagi Shevchenko adalah membiarkan bapaknya eh maksudnya Chelsea mati, dari pada ibunya eh maksudnya Milan, toh bagaimanapun Milan lah yang sudah membesarkannya. Walaupun Chelsea yang banyak memberikan padanya tabungan uang.
Jadi, hendak bagaimana dirimu Shevchenko??
Popularity: 3% [?]
Tags: Sepakbola Home




